Home > Uncategorized > Brainstorming: hunian ‘tanpa tiang’

Brainstorming: hunian ‘tanpa tiang’

Karena pada awalnya sebuah ayat  Quran ArRa’du(13):2 , terdapat ” Allah-lah Yang meniggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kau lihat…”

“‘Tanpa tiang’ , sebagaimana yg kamu lihat ” ( ‘bighairi ‘amadin’ tarou naha  ) Bermakna struktur penopang yang tak terlihat ( unseen ).. ( medinanet.org )  jika  dilakukan dengan penglihatan mata. Penyebutan ‘sky city’ lebih pada skycraper building, tapi masih emiliki core  struktur yang masif  menopang tanah.

Sementara istilah ‘floating city’ lebih pada konsep kota air, baik dipermukaan ataupun di dalam lautan. Tentunya ini memanfaatkan teknologi kapal laut.

Konsep kedua terahir ini paling banyak dijadikan studi objek yang paling memungkinkan untuk direalisasikan.

Sementara Flying city masih dalam tataran konsep dan muncul dalam gambaran kisah fiksi.Flying city barangkali bisa jadi sebuh inspirasi masa depan para perencana. Konsep Hollywood untuk lahan dan hunian-hunian terbang  antara lain:

Metrocitynya Astroboy, Pandoranya Avatar, Laputa, beberapa koloni kota di starwars, dan lainnya. Belum sejumlah game dan gambar-gambar konsep dari artis-artis designer.

———

Karena sebelumnya studi tentang kota terbang sudah dikonsepkan, bahkan sampai dilembaga kampus.

1928 , seniman-arsitek rusia Kruutikov menawarkan konsep flying city

1956 , Wernher von Braun , mempopulerkan hunian antariksa , space station bentuk donat /torus dengan spherical core di tengahnya.

1960 Buckminster Fuller and Shoji Sadao,  mendeisainn Cloud nine, yang masing-masing menawarkan berkapasitas 6,000 rumah . yang sepertinya disainnya dikembangkan oleh Tiago Barros (2011) dalam   Passing Cloud

Space colony

Tahun 1970 , NASA Ames Research Center terlihat mendetilkan isi torus hunian antariksa, kemudian tahun 1982 Disney ikut mengeluarkan desain hunian torus.  Menyusul kemudian para artis disainer – arsitek terlibat dalam desain hunian dalam film2 science fiksi.

Salah satu teknologi dasarnya sejauh ini baru diaplikasikan pada pesawat. Pertimbangannya- keadaan diluar angkasa minim gravitasi berbeda dengan di bumi.

Jika itu pada dasarnya Anti-gravitasi -konon- itu  “bukan berarti melawan tekanan gravitasi dengan tekanan yang berlawanan dari alam yang berbeda, seperti balon helium; malah, anti-gravitasi mendorong penyebab-penyebab dasar tekanan gravitasi agar dibuat tidak ada atau pun tidak dapat berlaku bagi tempat atau obyek melalui jenis intervensi teknologis tertentu” ( detikunik )

Atau teknologi Maglev yang dikonsepkan diterapkan pada konsep pulau terbang Tian-shan-ren-jian ( Heaven and Earth ) dengan menempatkan banyak molekular magnet di bawahnya.

2012, 天上人间 (Tian-shan-ren-jian – Heaven and Earth) by Wei Zhao,China

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: