Home > TIPS - TIPS PERENCANAAN > ROOF GARDEN

ROOF GARDEN

Taman pada atap rumah ( ROOF GARDEN ) sering dibicarakan dalam tema Green Architecture, Eco-architecture, sustainable design dan seputar wacana efesiensi biaya kebutuhan energi bangunan. Populer dalam sejarah disebutkan terdapat pada gedung-gedung ‘Taman Gantung’ Babylonia semasa Nebuchadnezar II. Sekarang sebutannya bervariasi dengan penekanan yang berbeda-beda, seperti eco-roofs, oikosteges, vegetated roofs, living roofs, greenroofs atau Horizontal Vegetated Complex Walls.
Roof garden, cocok di wilayah pemukiman padat dan kota yang sedikit memiliki zone serapan air. Juga cocok bagi pemilik bangunan yang berorientasi pada arsitektur hijau, dan menarik minat yang hobby bercocok tanam pada rumah berlahan terbatas.

Beberapa kebaikan yang ditawarkan dari roof garden :
* Menunda peak flow dan mempertahankan run-off dari air hujan untuk kemudian digunakan oleh tanaman, dalam skala besar akan mengurangi peluang banjir kota. Akan lebih signifikan jika dibuat serapan air.
* Menyejukkan ( pengkondisian suhu ), mengurangi penggunaan AC yang berarti efesiensi biaya listrik.
* Serapan panas dan CO2  ( meminimalisir efek rumah kaca ).
* Kedap suara dan penahan UV
* Media perlindungan dan meningkatkan habitat satwa burung ( efektif pohon )
* Bersifat Estetis dan rekreatif ( memberi nilai tambah tersendiri pada bangunan )

TEKNIS
# Struktur
– Mempertimbangkan apakah taman yang dibangun didesain hanya jenis perdu-perduan atau terdapat pepohonan yang memiliki beban lebih berat. ( =dimensi kolom dan ketebalan plat beton )

– Kemiringan atap 2-5%  menuju saluran (pembuangan) air

# Tata pengairan
– Lebih urgen pada penataan landskap besar. Dengan kemungkinan adanya kolam dan jogging track di atap gedung. Mempertimbangkan kemiringan atap dan posisi-posisi zone tanaman. Secara teknis dengan mengalirkan air melalui pipa untuk kebutuhan penyiraman , dan membuat saluran pembuangan sisa air.

# Media Tanam
– Agrerat kasar akan lebih melancarkan aliran air, mencegah tergenangnya air dan menghindarkan pembusukan akar.
– Kedalaman media , 15-30 cm untuk tanaman perdu, 150-200 cm untuk pohon. Gunakan steger untuk menahan pohon dari angin.

# Metode layering media
– Penting untuk diperhatikan untuk memberi Lapisan kedap air pada permukaan struktur dak
– Terdapat beberapa metode struktur lapisan media tanam. Yang paling sederhana cukup dengan pasangan bata paling bawah diseling kerikil, kemudian lapisan pasir, kemudian lapisan batu koral, dan lapisan tanah paling atas. Metode yang lebih lengkap bisa diKlik :  METODE LAYER

# Pemeliharaan
– Pemupukan, penyiangan, pengairan seperti pada umumnya.
– Memotong cabang pohon supaya tidak terlalu lebar dan rindang (pertimbangan dorongan angin)

Alternatif jenis bercocok tanam yang efektif untuk roof top :
* Hidroponik. Meminimalisir kebutuhan media tanam yang efektif memperingan beban struktur bangunan.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Green_roof
http://smartgardenindonesia.com/2012/06/28/roof-garden-taman-atap/
http://b3yck4.wordpress.com/roof-garden/
http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Tips/Berkebun/Poin-Penting-Membuat-Roof-Garden
http://hasnanarch-juve.blogspot.com/2009/11/roof-garden-alternatif-smart-house.html
http://www.yourhome.gov.au/technical/fs513.html  ; http://www.astudioarchitect.com

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: