Home > TIPS - TIPS PERENCANAAN > Sekilas Arsitektur Minimalis

Sekilas Arsitektur Minimalis

Latar Belakang

Barangkali para arsitek sekitar tahun 1920an mulai merasa jenuh dengan gaya bangunan klasik yang kaya dengan detai ukir dan ornamen. Apalagi saat itu teknologi industri bermunculan. Efektifitas proses industri menuntut perlunya menciptakan segala sesuatunya serba praktis, bahan bangunan dibuat modular. Orang-orang mulai merasa perlu dengan gaya praktis, fast food, serba tombol. Kita sebut, gaya hidup modern. Arsitektur yang muncul pun praktis dan bentuk yang sederhana.

Pasca perang dunia, kebutuhan hunian marak, mendesak dengan biaya efesien.Para arsitek melirik budaya jepang termasuk bentuk bangunan yang sederhana, Munculah Internasional Style.

Toronto Dominion Center

Para peneliti arsitektur kemudian menangkap ciri-cirinya:

1. Bentuk denah kotak
2. Bentuk bangunan kubus
3. Deret jendela terbentang horizon kotak-kotak
4. Semua sudut fasad adalah 90 derajat.
5. Matrial sturktur fabrikasi, kaca, dan  beton.

Slogan yg berkembang saat itu : ornament is a crime, truth to materials, form follows function, machine for living.

Gaya Minimalis

German Pavillion, Mies Van de Rohe

Para arsitek menimbang gaya Minimalis yang saat ini sedang marak, berakar dari Arsitektur modern, dan international style.

Minimalisme awalnya  juga merupakan sebuah gerakan ide yang kemudian lahir dalam banyak karya seni.

Konon,bangunan mulai dirasakannya sebagai minimalis ditenggarai dengan lahirnya karya  bangunan pameran, German Pavillion, Barcelona dari Ludwig Mies van der Rohe.

Mondrian 1932-40

Prinsip ciri  bangunan minimalis :

– ada ketegasan garis horizon dan vertikal, sehingga pada awalnya, atap desain minialis sebetulnya cenderung atap datar.
– ada komposisi bidang persegi yang elegan. Gabungan komposisi tepat antara bentuk jendela, bidang dinding dan tiang. Tidak ada ornamen seni, penataan komposisi bagian-bagian bangunan sudah cukup merupakan seni.

– Penanganan yang rapi.

SMP Al-Biruni, Bandung

– Prinsip keterbukaan yang masih dibawa dari karakter modern, teraplikasi pada ruang-ruang terbuka, ada kesinambungan visual dengan banyaknya bahan kaca atau jendela yang lebar.

–  unsur cahaya dalam ruang sangat terasa.
Demikian juga dengan gaya furniturenya..

—————–

Cuma kadang, karakter iklim lokal kita kadang cukup berpengaruh. Jadi kadang desain minimalis kita tdk seperti ide asli bawaan dari sana, kadang memang deket ke kolonial Art Deco, kadang ada cenderung tropis, kadang terkesan lebih strukturalis. Semua masih ada dalam akar suasana Modern, sebenarnya. Cuma beberapa  penyimak, mengkritisi bahwa asitektur minimalis sekarang cuma sekedar gaya ikut-ikutan yang cenderung melahirkan gaya Arsitektur Komersil.

———-

Read :
http://en.wikipedia.org/wiki/International_style_%28architecture%29
http://en.wikipedia.org/wiki/Minimalist_architecture#Minimalist_design
http://c.sutanto.or.id/desain/bangunan-minimalis-1
http://noenkcahyana.blogspot.com/2010/10/sejarah-arsitektur-gaya-minimalis.html
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090120013235AAl9pLu
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: